Pamela Geler: Dizalimin Wartawan Muslim

Dizalimin Wartawan Muslim
Berita Eklusif: Pamela Geller bela diri dalam menanggapi pertanyaan² wartawan Muslim
oleh Pamela Geler ([url]AtlasShrugs.com[/url])

Image
Pamela Geler, pemilik website AtlasShrugs.com

Baru² ini aku diwawancara oleh seorang jurnalis Muslim bernama Rachel Elmalawany, yang mengajukan pertanyaan² yang bersikap menindas dan bermusuhan dan ini semua bertujuan untuk melancarkan fitnah kelompok² supremasi Islam di AS terhadapku. Perdebatan kami di bawah menunjukkan bagaimana kelompok supremasi Islam menyebarkan dusta dan plintiran mereka. Ini semua menunjukkan berbagai tuduhan bohong yang mereka lontarkan padaku dan usahaku melawan jihad yang mereka lakukan secara umum.

Rachel Elmalawany:
Apakah Anda melihat persamaan antara gerakan anti-Islamisasi omong kosong dan gerakan² lain dalam sejarah Amerika? Contohnya, gerakan² yang menindas orang² Itali di akhir abad ke 19/awal abad ke 20, kaum Yahudi (bahkan di jaman sekarang juga banyak tuduhan omong kosong anti-Yahudi diantara beberapa kelompok), orang² Jepang dan orang² negro di Amerika? Jika Anda tidak melihat persamaannya, apakah bedanya gerakan anti-Islamisasi dengan gerakan² rasial diskriminatif yang kusebut di atas?

Pamela Geller:
Ini sih cercaan basi terhadap pekerjaan yang kulakukan, tapi cercaan itu tak ada isinya. Kelompok² masyarakat yang kau sebut (orang² Itali, Yahudi, Jepang, negro di AS) diperlakukan secara tak adil dan difitnah. Tiada satu pun dari kelompok masyarakat itu yang menyatakan niat mereka untuk “memusnahkan dan menghancurkan budaya Barat dari dalam,” seperti yang dikatakan oleh Muslim Brotherhood tentang tujuan gerakan mereka dalam dokumen resminya. Fakta bahwa sebagian kelompok telah difitnah bukan berarti bahwa kelompok lain yang dituduh melakukan aktivitas subversif adalah inosen / tak bersalah.

Elmalawany:
Bagaimana dengan penyangkalan kebebasan berpendapat, kebebasan hati nurani dan lembaga² penindas kaum wanita dan ras minoritas di AS dan negara lain yang tidak menganut Islam? Apa yang membuatmu melawan penindasan Muslim dan bukannya melawan penindasan lain, seperti misalnya, Ortodoks Yahudi atau Hindu (atau agama lainnya)? Di AS, satu dari empat wanita mengalami pelecehan (dan pelecehan itu bisa dilakukan oleh orang Kristen fanatik atau orang atheis – pelecehan ya pelecehan) sedangkan di Malaysia yang mayoritas Muslim terbanyak di dunia (Pam Geller: sebenarnya bukan Malaysia, tapi Indonesia) angkanya lebih rendah sedikit. Bagaimana Anda bisa menjelaskan statistik ini?

Geller:
Pelecehan terhadap pasangan hidup terdapat di budaya manapun. Hanya Islam saja yang menghalalkan tindakan ini sebagai firman Illahi, dan Qur’an sendiri mengatakan suami boleh tabok istri di Q 4:34. Hal ini bukan saja mendorong budaya penindasan terhadap istri, tapi juga menimbulkan sikap sangat enggan untuk melaporkan pemukulan terhadap istri di negara² Muslim. Karena Allah menghalalkan pemukulan seperti itu, banyak sekali Muslimah yang pasrah ajah ditabokin, dan tidak pernah berpikir untuk melaporkan pemukulan oleh suami ke pihak polisi, baik karena alasan malu atas nista keluarga atau juga karena ancaman suami untuk menaboki lebih sadis lagi jika istri berani lapor. Para istri harus menghadapi kemungkinan disiksa dan dipermalukan lebih parah lagi, bahkan kemungkinan juga dibunuh, jika mereka berani ngomel dan lapor karena ditabokin atau melaporkan penindasan suami pada pihak yang berwajib.

Elmalawany:
Seperti yang dinyatakan gerakan anti-Islamisasi bahwa Muhammad tak pernah bunuh siapapun, aku juga berani mengatakan bahwa dikau belon pernah bunuh siapapun. Akan tetapi, gerakan anti-Islam-mu ini menimbulkan semangat anti-Muslim pada warga Amerika umumnya yang membaca atau mendengar pesan²mu dan akhirnya mengambil kesimpulan. Contohnya nih, bulan Desember lalu, Erika Menendez membunuh seorang pria di stasiun kereta api bawah tanah New York karena dia mengira pria itu adalah Muslim. Mungkin si Erika itu telah membaca bukumu. Jika seorang Muslim berniat membunuh dan dia lalu membaca buku berpesan radikal (pesan jahat atau pun baik), maka apakah kesalahan membunuh tidak terletak pada penulis buku itu? Fakta bahwa website mu hanya mengungkapkan tindakan kriminal yang dilakukan Muslim saja, yang katanya atas nama Islam, bisa mendorong pembaca untuk menganggap Islam itu jelek, dan karenanya Muslim juga jelek. Jika mayoritas Muslim tidak mendukung serangan teroris dan hanya sebagian kecil Muslim melakukannya demi mengusir penguasa asing, apakah artinya semua ini bagi tujuan organisasi dan gerakanmu?

Geller:
Ibn Ishaq di Sirat Rasul Allah mengatakan bahwa Muhammad sendiri memenggal 600-900 tawanan pria Yahudi Qurayza. Muhammad juga memerintahkan agar orang² yang mengritiknya dibunuh, misalnya Abu Afak, Ka’b bin Ashraf dan Asma bint Marwan. Aku tak pernah membunuh siapapun dan tidak pernah memerintahkan pembunuhan terhadap siapapun. Tindakanmu membandingkan aku dengan Muhammad sangatlah menjijikan. Begitu pula dengan perbandinganmu tentang Erika Mendez, yang sudah jelas sangat cenderung suka melakukan kekerasan dan dulu beberapa tahun yang lalu telah berusaha membunuh seorang pegawai pemadam kebakaran kafir sebelum dia akhirnya berhasil membunuh orang Hindu di stasiun kereta api bawah tanah. Sudah jelas bahwa Erika itu sakit jiwa. Kenapa kau tidak menyebut usaha pembunuhan lain yang dilakukan Erika seminggu sebelum dia membunuh orang Hindu itu? Kenapa kau tidak menyebut pembunuhan yang dilakukan Mulsim bernama Naeem Davis terhadap orang kafir, padahal si Naeem ini rajin berkunjung ke mesjid tiap hari? Bagaimana kau bisa tahu pasti bahwa Erika tidak melakukan pembunuhan itu untuk membalas pembunuhan yang dilakukan Naeem terhadap kafir?

Buku² dan tulisan²ku tidak pernah menganjurkan siapapun untuk melakukan kekerasan, dan hanya menganjurkan usaha mempertahankan kemerdekaan. Jika kau pikir buku² yang tak menganjurkan kekerasan bisa mendorong pembacanya untuk melakukan kekerasan, bagaimana dunk pendapatmu tentang Qur’an yang mengandung buanyak banget ayat yang mendorong Muslim melakukan kekerasan? Pernyataanmu bahwa Muslim tidak melakukan tindakan teroris untuk menyebarkan Islam juga salah banget. Banyak sekali teroris Muslim yang telah menjelaskan panjang lebar dengan sangat jelas bahwa yang mereka lakukan adalah demi menegakkan dan menyebarkan Islam. Berbagai pembicara Muslim juga sudah mengatakan dengan sangat jelas bahwa tujuan mereka adalah supremasi Islam untuk menguasai seluruh dunia – contohnya lihat tuh pidato Ahmadinejad dan Qaradawi, dan masih buanyak Muslim lainnya juga.

Elmalawany:
Terakhir, aku ingin bertanya apakah sebenarnya “ajakan untuk bertindak” dalam gerakan Anti-Islamisasi-mu itu? Apa sih yang harus dilakukan Amerika atau seluruh dunia untuk mengenyahkan Islam? Lebih penting lagi, apa yang harus dilakukan 1,6 milyar Muslim, termasuk diriku, jika seluruh dunia mengikuti ajakanmu?

Geller:
Aku gak pernah mengatakan Amerika harus mengenyahkan Islam, kok. Aku mengatakan bahwa para Muslim yang hidup di AS harus menolak secara tegas dalam kata dan tindakan segala elemen hukum Syariah Islam yang berte
ntangan dengan prinsip Undang² Dasar dan kemerdekaan AS. Aku telah mengatakan bahwa Muslim harus merubah ajaran Qur’an dan Islam yang mendorong Muslim untuk benci Yahudi, benci wanita, cenderung melakukan kekerasan terhadap kafir dan bahkan sesama Muslim juga, dll. Jika mereka mau melakukan hal itu, maka tentunya gak akan ada masalah lagi.

Faithfreedom Indonesia
Faithfreedom forum static
Faithfreedompedia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: