SEKILAS ttg HUKUM PEMERKOSAAN DI REPUBLIK

Ilustrasi Islam
Ilustrasi

[center]SEKILAS ttg HUKUM PEMERKOSAAN DI REPUBLIK ISLAM PAKISTAN[/center]

http://www.youtube.com/watch?v=tLN11ym5uXE
Macam2 kasus pemerkosaan di Pakistan:

KASUS 1: Mukhtar Mai. 2002, dewan desa menetapkan pemerkosaan terhdp dirinya sbg hukuman atas adiknya, lelaki 12 thn, yg dituduh melakukan hubungan sex dgn wanita dari clan yg lebih terhormat. Adiknya itu menolak tuduhan tsb namun demikian pemerkosaan itu harus dilangsungkan demi kehormatan clan. Setelah ia di-gang-rape, Mai ditekan keluarganya agar bunuh diri, alias melakukan honor killing terhdp dirinya sendiri–krn mereka malu (Mai diperkosa).

Ratusan wanita dibunuh atau dilukai setiap tahun dlm honour attacks di Pakistan –Paul ANderson, BBC.

Di Pakistan, korban pemerkosaan dianggap sbg pelaku ‘kriminal.’ –Seth Mydan, NY Times.

-KASUS 2: Zafran Bibi dari Chorlaki, Pakistan diperkosa. Hukuman baginya: RAJAM! Anwar Ali Khan, hakim berjenggot yg menjatuhkan hukuman tsb mengatakan, ‘Ia hanya mengikuti hukum yang didasarkan pada Qur’an, yi HUDUD.’

Dibawah Hudud, pemerkosaan memang dianggap sbg tindak pidana, TAPI pemerkosaan sangat sulit dibuktikan. [Krn menurut syariah, sang wanita hrs menunjukkan 4 saksi yg bisa meng-iyakan bhw ia diperkosa. Saksi wanita dan non-Muslim tidak diterima, atau kesaksian mrk masing2 hanya dianggap 1/2 dari kesaksian seorang lelaki/Muslim.] Oleh krn itu sangat sulit membuktikan bahwa lelaki telah memperkosa wanita.

Lebih dari 1/2 jumlah wanita yang melaporkan pemerkosaan justru DITUDUH berzinah. Oleh krn itu, pemerkosa Zafran Bibi, yi tertuduh Jamal Khan, DIBEBASKAN tanpa syarat. Percuma saja mengadilinya, krn korban tidak punya 4 saksi.

KASUS 3: Jehan Mina, 15 thn, diperkosa paman dan sepupunya. Krn tidak ada saksi, para pemerkosa dibebaskan. Tapi krn ia hamil, ini dianggap bukti bahwa ia berzinah. Ia dihukum cambuk 100 kali didepan umum. HUkuman diganti dgn penjara 3 thn & 10 cambukan.

KASUS 4: Sharee Komal, 7 thn. Sharee diperkosa tetangganya, Juli 2004. Ali Bahader, 23 thn, pemerkosanya juga bebas.

KASUS 5: Ayah seorang lelaki 8 thn diperkosa maulvi/khotib desa. Sang ayah menarik tuduhannya setelah tetangga dan keluarganya sendiri mengecamnya krn berani menuduh seorang ‘khotib suci.’

Dari 8 kasus yg dilaporkan secara resmi, 5 kasus melibatkan korban dibawah umur. Bocah2 & remaja lelaki juga sering mengalami pelecehan seksual paling minim dua kali per hari. Dari kesemua kasus yg melibatkan anak, 2/3 adalah gang-rape.

KASUS 6: Shazia Khalid mencoba bunuh diri bbrp kali krn polisi pemerkosanya tidak diketahui sampai sekarang. Ia memasuki kamar tidurnya, menutup matanya, memperkosanya dan memukulinya dgn benda tumpul. Shazia tidak punya saksi dan bukti2 fisik terhdp dirinya cepat dihapus. Keluarganya, karena aib yg diakibatkan pemerkosaan ini, bukannya membawanya rs, tapi justru membius dan membawanya ke karantin bagi orang berpenyakit jiwa di Karachi. Keluarganya melaporkan kpd politisi setempat bhw tertuduh pemerkosa adalah anggota pasukan keamanan, Kapten Hamad. Tapi Jendral Musharraf, sang presiden sendiri, mengumumkan dgn yakinnya bahwa ‘Kapten Hamad tidka bersalah 100%.’

Dlm sebuah wawancara dgn Washington Post, Musharraf, mengatakan: ‘Ini menjadi alat mencari duit. Banyak orang bilang, jika kau ingin dapat visa/paspor dari negara Barat, dan jadi milyuner, biarkan dirimu diperkosa.”

KASUS2 LAIN:
Mei 2005, dua gadis diperkosa polisi di penjara polisi di Islamabad. 3 polisi di stasiun polisi di distrik Sukkur di SIndh memperkosa Nn Shamsad.

Rubina Kousar, perawat di rs pemerintah, di-gang-rape oleh 3 lelaki krn menolak melakukan aborsi gelap di kawasan Mattrai di Punjab, 2006.

Gadis 19 thn, puteri gembel buta, di-gang-rape 3 lelaki dibawah ancaman senapan saat ia sedang memotong jagung. Mereka mengancam akan membunuhnya jika ia melapor. Dua hari kemudian, saat semua orang sedang sibuk di sawah, mereka masuk rumahnya, menelanjanginya, memaksanya utk menari, menyiksanya dgn puntung rokok, mengikatnya dan memperkosanya kembali. Krn takut ancaman mereka, ia tutup mulut dan membiarkan dirinya diperkosa setiap hari sampai ia hamil 3 bln. Juli 2006, lelaki2 bersenjata yg mengaku polisi meneyrang seluruh keluarganya dan mencekokinya dgn racun. Ia masuk rumah sakit. Ia selamat tapi janinnya tewas.

Sonia Naz, 24 thn, pedagang dan ibu dua anak. Kepala polisi Faisalabad, Abdullah Khalid, memperkosanya dan mengencingi wajahnya.

Asma Shah, 15 thn, di gang-rape thn 2007, dan langsung melaporkan pd polisi. Laporannya tidak diterima.

2005, gadis 18 thn mengalami luka bakar di lengan dan kakinya dan dibawha ke RS Mayo di Lahore. Dr Maksud membawanya kesebuah kamar dan memperkosanya.

—————————Kasus2 macam ini berlanjut terus menerus setiap hari.————————————-

MENURUT ORDINANSI HUDUD: seorang wanita yg diperkosa bisa dipenjara atau mendapat hukuman fisik jika gagal menunjukkan 4 saksi (4 lelaki Muslim).

70-75% wanita yg dipenjara di Pakistan dibawah Ordinansi Hudud.

Hukum Hudud ini juga berdampak negatif atas hak2 wanita. Contoh:
1) JIka seorang istri ingin cerai dari suami yg suka memukulinya, sang suami bisa menuduhnya berzinah dgn lelaki lain (tidak perlu bukti) dan justru si istri yang akan dihukum.

2) Orang tua sering memanfaatkan hukum ini utk mengontrol perkawinan putri2 mereka. Seorang ayah bisa menuduh puterinya berzinah kalau si puteri ingin menikahi calon yg tidak disetujui orang tuanya.

3) korban2 pemerkosaan oleh karena itu jarang sekali melaporkan kasus mereka. Hukuman dan stigma sosial akan bersamanya selamanya.

4) wanita enggan masuk kantor polisi krn tahu bhw disitu mrk juga bisa diperkosa. Polisi tidak enggan memperkosa mereka yg namanya dianggap sudah tercemar.

Setiap tahun, ratusan wanita Pakistan yg diperkosa bunuh diri.

Faithfreedom Indonesia
Faithfreedom forum static

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: