Diduga IMB Belum Keluar, Gereja HKBP Setu Bekasi Diprotes

Minggu, 10/02/2013 13:27 WIB
Diduga IMB Belum Keluar, Gereja HKBP Setu Bekasi Diprotes Warga
Danu Damarjati – detikNews
Bekasi – Permasalahan klasik terkait persetujuan pendirian tempat ibadah kembali terjadi. Kali ini, 200-an warga Desa Tamansari, Setu, Bekasi, Jawa Barat, memprotes pembangunan Gereja HKBP Setu.

Gereja yang dibangun di RT 05/RW 02 wilayah tersebut terancam dibongkar. Ratusan warga yang tergabung dalam ormas Forum Umat Islam Tamansari (FIUT) berdemo mulai pukul 10.00 WIB di sekitar 70 meter dari gereja.

Para demonstran terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, dan remaja. Mereka menenteng spanduk 4 meter bertuliskan ‘Mana Kesepakatan Tgl 15 Januari 2013’.

Kesepakatan yang mereka maksud adalah terkait penghentian aktivitas peribadatan gereja selama Izin Mendirikan Bangunan (IMB) belum selesai diproses. IMB belum juga selesai karena terganjal penolakan warga.

"Jelas, HKBP Setu telah melanggar kesepakatan yang telah dibuat. IMB sedang diproses oleh pihak terkait. Sudah disepakati untuk menghentikan kegiatan, dulu sudah dihadiri delapan unsur masyarakat," kata penanggungjawab aksi FUIT, Rohimin, di lokasi, Minggu (10/2/2013).

Dalam surat kesepakatan tertanggal 15 Januari 2013, tertulis ada delapan peserta musyawarah, termasuk Camat Setu, Kepala Desa Tamansari, unsur Polsek Setu, dan Perwakilan HKBP Setu. Mereka, termasuk delapan perwakilan HKBP Setu, ikut menandatangani perjanjian tersebut.

Namun, pihak gereja menyatakan kesepakatan ditandatangani di bawah tekanan. "Waktu itu kita dipaksa untuk menandatangani karena ada intimidasi, sebenarnya dari isinya kita tidak setuju. Di Kantor Desa waktu itu ada banyak massa ormas, kita mau keluar dari pertemuan itu tidak bisa," kata Penatua HKBP Setu, Hulman, sebelum memulai Ibadat Minggu Estomihi.

Sementara Camat Setu, Beni Saputra, membenarkan bahwa IMB gereja belum keluar. "Dia mau bangun gereja. Perizinannya belum ditempuh. Kan bangunan itu belum ada IMB-nya. Itu dipermasalahkan warga. Bukan warga melarang beribadah, bukan," kata Beni.

Pihak gereja mengklaim sudah mendapat persetujuan 89 warga. Namun ternyata setelah diverifikasi pihak Kecamatan, ternyata kebanyakan tidak setuju.

"Karena warga tidak tahu, persetujuan itu untuk apa. Yang jelas kata mereka, waktu itu mereka dikasih duit. Diverifikasi kepala desa hasilnya nggak sesuai," kata Beni.

Beni didorong pendemo menyampaikan langkah-langkah tegas yang akan ditempuh menyikapi permasalahan sensitif ini. Penghentian pembangunan dan aktivitas peribadatan akan dilakukan.

"Berikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan kewenangan kami. Kami perlu waktu 35 hari tehitung sejak 15 Januari," tegas Beni.

Sementara demonstran berorasi di luar, seratusan jemaat gereja melakukan peribadatan dengan khidmat. Polisi telah menyiagakan ratusan personilnya guna mengantisipasi kemungkinan terburuk.

"Kita ada 300 personel, terdiri dari Brimob dan Sabhara Polres Bekasi, serta dari Polsek Setu. Ada juga sepuluh anggota TNI Koramil Setu," ujar Kapolsek Setu, AKP Sumaryoto, di depan belasan personel yang menenteng senjata laras panjang.

Gereja tersebut masih dalam proses pembangunan. Dinding gereja masih berupa tembok berbata merah yang belum diplester dengan semen.

Pendemo membubarkan diri pukul 10.45 WIB. Usai demo, polisi masih terus berjaga-jaga. Kapolsek Setu AKP Sumaryoto menyatakan ancaman aksi ormas terhadap Gereja HKBP Setu sudah lima kali ini terjadi.

(nwk/mad)
http://www.jawaban.com/index.php/news/d … aga-Polisi
Ditekan Massa Intoleran, Ibadah Gereja HKBP Setu Dijaga Polisi
Image
Related Articles

WEDNESDAY, 06 FEBRUARY 2013
Total View : 735 times

Kembali kebhinekaan di negeri ini tercederai oleh sikap intoleransi dari sekelompok kecil masyarakat, kali ini yang mengalami kasus intoleransi adalah Gereja GKBP Setu, Bekasi. Gereja yang telah berdiri selam 13 tahun dan sedang dalam proses mengurus perijinan ini diminta untuk menghentikan kegiatan ibadah di bangunan gereja yang berada di tengah pemukiman tersebut.

"Prosesnya sendiri sejauh ini tidak bermasalah karena kami sudah punya SKB yang didapat dari persetujuan 89 warga dari syarat yang hanya 60 warga di sekitar. Surat pernyataan warga dan KTP-nya sudah kami kumpulkan sejak 2011. Bahkan, kami sudah sering berdialog dengan tokoh masyarakat, ustaz di sini, mereka mendukung kami tetap beribadah karena itu merupakan hak asasi," demikian jelas Pendeta Gereja HKBP Setu Advent Leonard Nababan yang dikutip oleh Metrotvnews.com.

Masalah terjadi ketika pada 15 Januari 2013 lalu, delapan orang perwakilan gereja mengikuti Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Bekasi terkait izin bangunan, disana sekitar 700 massa dari ormas masyarakat memaksa perwakilan gereja untuk menandatangani surat kesepakatan yang isinya menyatakan bahwa Gereja HKBP Setu ditolak warga. Kedua, lahan gereja harus dikembalikan fungsinya menjadi tempat tinggal dan ketiga, jika terjadi kegiatan ibadah kembali maka mereka akan menindak tegas gereja.

Meski pihak gereja menandatangani kesepakatan tersebut namun selama tiga minggu terakhir ibadah tetap dilaksanakan namun dengan mendapat penjagaan dari pihak kepolisian. Sedangkan untuk proses pembangunan, pihak gereja yang saat ini sedang melakukan renovasi bangunan untuk sementara menghentikannya sambil menunggu proses pengurusan IMB selesai.

Seorang warga yang bernama Nazir menyatakan sebenarnya pihak warga sekitar tidak pernah keberatan dengan keberadaan gereja, bahkan ia mempertanyakan pihak yang saat ini sedang meributkan keberadaan gereja tersebut.

Mari hentikan tindakan intoleransi di negeri ini, sebab kebhinekaan yang ada di Indonesia adalah sebuah kekayaan yang jika dijaga dengan baik akan memperkuat bangsa ini. Kembangkan sikap toleransi dan saling menghormati antar umat beragama dan juga mereka yang berbeda ras, suku, bahasa dan budaya.

http://www.rmol.co/read/2013/01/18/9465 … Intoleran-
Beberapa Gereja di Bekasi dan Jakarta Mendapat Teror Massa Intoleran
Jum’at, 18 Januari 2013 , 13:06:00 WIB
Laporan: Aldi Gultom

Image

RMOL. Beredar kabar yang menyebutkan empat gereja terancam diganggu oleh massa intoleran dalam waktu dekat ini, termasuk yang akan diganggu hari ini di kawasan Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat .

Ketua Umum Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ), Theophilus Bela, mewanti-wanti hal tersebut lewat siaran pers yang dikirimkannya beberapa saat lalu (Jumat siang, 18/1) ke media massa.

Nama-nama gereja tersebut adalah, pertama, Gereja Katolik Paroki Damai Kristus, (biasa juga disebut Paroki Kampung Duri), di Jalan Duri Selatan V/29 Rt 0015/05, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Sekelompok massa mengancam untuk menyerang gereja sebagai penentangan atas kehadiran bangunan gereja, setelah shalat Jumat siang ini.

Kedua, Gereja HKBP Setu, yang beralamat di Jalan MT Haryono, Gang Wiryo Rt 05/02 Desa Taman Sari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi dengan pimpinan jemaat Pdt. Advent Nababan. Gereja ini menda
pat info bahwa saat Kebaktian Hari Minggu mendatang (20/1) pukul 10.00 pagi akan diganggu oleh massa pimpinan tokoh-tokoh sejumlah organisasi yang mengatasnamakan agama.

Selain itu, dua gereja HKBP di Bekasi mendapat ancaman akan diganggu hari Minggu pagi saat Kebaktian Hari Minggu. Informasi tersebut, kata Theophilus, diberitakan oleh tabloid "radikal" yang beredar terbatas.

Dua gereja itu yakni, pertama, Gereja HKBP Filadelfia, Jejalen Jaya, Tambun, pimpinan Pdt. Palti Panjaitan, yang kasusnya sudah berlarut-larut dan diketahui oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Secara rutin, jemaat gereja ini bersama jemaat GKI Yasmin menggelar Kebaktian Hari Minggu di depan Istana Presiden.

Dan, Gereja HKBP Mangseng yang dipimpin Pdt. Sitorus, beralamat di Rt 03 Rw 24, Kaliabang Tengah, Kota Bekasi Utara. Gereja ini sudah disegel bulan Februari tahun 2012 yang lalu dan terpaksa menggelar kebaktian Minggu pagi di depan gereja.

"Pihak polisi dan aparat keamanan terkait sudah kami mohonkan bantuan untuk menjaga gereja-gereja diatas," ungkap Theophilus Bela, yang juga Pengurus Asian Conference of Religions for Peace, Seoul, Korea Selatan. [ald]

Faithfreedom Indonesia
Faithfreedom forum static

Satu Tanggapan

  1. Reblogged this on awayfarday.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: