Sekolah Jadi Gereja, Elemen Masyarakat Demo ke Balai Kota

http://www.beritasatu.com/mobile/megapo … empat.html

Jumat, 15 Februari 2013 | 12:09

Ilustrasi gereja.
Gereja Katolik Tambora Akan Didemo Warga Setempat

Bermaksud menyerahkan surat penolakan warga atas rencana akan diubahnya izin fasos tersebut menjadi gereja.

Jakarta – Gereja Katolik Damai Kristus, Paroki Kampung Duri, Jalan Duri Selatan V no 29 dikabarkan akan menjadi sasaran demonstrasi sekitar 200 orang pada hari ini, Jumat (15/2). Rencananya, aksi unjuk rasa tersebut akan dilakukan usai sholat jumat.

Pemimpin Gereja Katolik Damai Kristus Romo Pastor Matheus Widyolestari MSC membenarkan informasi tersebut. Dia mengatakan akan ada 200 orang dari 2 forum mau melakukan aksi unjuk rasa.

“Benar, siang ini selesai sholat Jumat, Forum Mesjid dan Mushola Duri Selatan mau melakukan aksi unjuk rasa di gereja kami,” kata Romo Pastor Widyo, Jakarta, Jumat (15/2).

Kapolsek Tambora Kompol Donny Eka Syahputra mengungkapkan memang ada warga yang akan mendatangi fasilitasi sosial (fasos) Pendidikan Yayasan Damai yang selama ini dijadikan tempat kegiatan ibadah.

“Maksud kedatangan pendemo sebanyak 200 orang ini, yang sebagian besar ibu-ibu pengajian, adalah untuk menyerahkan surat penolakan warga, atas rencana akan diubahnya izin fasos tersebut menjadi gereja, sekaligus mengubah bangunan tersebut,” kata Donny.

Surat penolakan yang diserahkan kepada pihak gereja berupa lampiran berkas tanda tangan warga yang menolak pengubahan penggunaan bangunan yang dari sekolah menjadi tempat kegiatan ibadah. Setelah melakukan demo di gereja, aksi unjuk rasa akan dilanjutkan ke Wali Kota Jakarta Barat, DPRD DKI, dan Istana Presiden. Kedatangan mereka ke tiga tempat ini juga untuk menyerahkan surat penolakan tersebut.

“Kami mengimbau kepada warga, jangan terhasut provokasi akan adanya penyerangan warga. Pelaksanaan kegiatan aksi unjuk rasa itu akan diamankan oleh Polsek Tambora, Polres Jakarta Barat, dan Polda Metro Jaya,” tegasnya.

Penolakan warga terhadap Gereja Damai Kristus Paroki Kampung Duri dimulai sejak November 2007. Berbagai mediasi yang telah dilakukan antara pihak gereja dengan pihak kelurahan dan kecamatan setempat, serta melibatkan beberapa pengurus dewan juga tokoh umat tidak mencapai kata sepakat.

Dalam demo yang dilakukan warga, menuntut pembangunan gereja dihentikan, penggunaan aula Yayasan Bunda Hati Kudus menyalahi SK Gubernur Tahun 1998.

Kemudian pihak gereja menjelaskan, pembangunan yang direncanakan adalah untuk rumah tinggal bukan gedung gereja. Mengenai penggunaan aula serba guna sejak tahun 1968 sudah digunakan sebagai tempat ibadah, karena tidak ada lagi sarana lain yang dapat digunakan atau disediakan oleh pemerintah. Namun pada akhirnya, diputuskan pembangunan rumah tinggal ditunda sementara sampai suasana kondusif. Disusul dengan dilayangkannya surat dari Camat Tambora yang memutuskan untuk menghentikan kegiatan gereja.

Penulis: Lenny Tristia Tambun

http://indonesiarayanews.com/news/metro … ana-negara

Sekolah Jadi Gereja, Elemen Masyarakat Demo ke Balai Kota dan Istana Negara
Friday, February 15, 2013 – 15:43
Wartawan:
Arifin Rusdi
Metropolitan

Demo | Ist/ Illustrasi

@IRNewscom I Jakarta: SEKITAR lima ratus orang yang tergabung dalam Forum Kerjasama Masjid-Mushola-Majelis Taklim (FKM3T) Duri Selatan,Tambora, Jakarta Barat, berencana akan melakukan konvoi sebagai bentuk protes, atas rencana perubahan status sekolah menjadi Gereja.

H Ucuk, Ketua Masjid Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat mengatakan, kepada IRNews menuturkan, masyarakat akan melakukan konvoi dari sekolah Damai yang akan berubah status menjadi Gereja tersebut. Konvoi itu menuju Balai Kota dan berakhir di Istana Negara. Hal itu dilakukan, sebagai tindakan penolakan atas perubahan status dari yang tadinya sekolah Damai menjadi Gereja Katolik Damai Kristus.

"Awalnya kan hanya sekolahan, kalau hanya sekolahan kami tidak keberatan, silahkan saja, atau bahkan kalau hanya sekedar dijadikan tempat kebaktian sementara, juga tidak masalah, tapi kalu kemudian dirubah menjadi Gereja, maap-maap saja, kami menolak keras," kata Ucuk

Pastur Widyo, yang sempat ditemui, kepada wartawan mengatakan, bahwa dirinya sudah mengetahui jika Gerejanya akan didemo masyarakat dari FKM3T. Namun, ia merasa heran terkait adanya rencana kedatangan FKM3T tersebut, karena sudah 40 tahun berjalan, baru sekarang dipermasalahkan, ujar Pastur Widyo selaku Ketua Gereja Katholik Damai Kristus Duri Selatan,Tambora, Jakarta Barat

"Kegiatan Kami disini sudah empat puluh tahun berjalan, sudah lama, kenapa baru sekarang dipermasalahkan," kata Pastur Widyo. [fin-12]

Faithfreedom Indonesia
Faithfreedom forum static

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: