HOAX : “Ijma haram”nya Ibnul Qayyim

Dapet oleh2 dari facebook (lihat di komen2 terakhir) :
http://www.facebook.com/photo.php?fbid= … 295&type=1

Bima Cahya
Karena Ahmad Moslem kayaknya udah gak nongol2 lagi, sekarang saya buka aja deh HOAX tentang dalil "ijma" kopasan Ahmad.

Sebelumnya Ahmad Moslem ngasih tulisan ini (yang diakunya cuma kopasan) :
===========
Ahmad Moslem :
ini dia dalil untuk membungkam kalian,.

telah ada klaim ijma’ (kesepakatan ulama) bahwa mengucapkan selamat atau mendoakan untuk perayaan non-muslim itu ▬▬►HARAM. »̶๑―――――๑«̶ IJMA’ adalah satu dalil yang menjadi pegangan. Nukilan ijma’ tersebut dikatakan oleh Ibnul Qayyim, di mana beliau rahimahullah berkata, وأما التهنئة بشعائر الكفر المختصة به فحرام بالاتفاق ، مثل أن يهنئهم بأعيادهم وصومهم ، فيقول: عيد مبارك عليك ، أو تهْنأ بهذا العيد ونحوه ، فهذا إن سلم قائله من الكفر فهو من المحرمات وهو بمنزلة أن يهنئه بسجوده للصليب بل ذلك أعظم إثماً عند الله ، وأشد مقتاً من التهنئة بشرب الخمر وقتل النفس ، وارتكاب الفرج الحرام ونحوه ، وكثير ممن لا قدر للدين عنده يقع في ذلك ، ولا يدري قبح ما فعل ، فمن هنّأ عبداً بمعصية أو بدعة ، أو كفر فقد تعرض لمقت الله وسخطه “Adapun memberi ucapan selamat pada SYI’AR-SYI’AR KEKUFURAN yang khusus bagi orang-orang KAFIR (seperti mengucapkan selamat natal dan selamat tahun baru imlek, pen) adalah sesuatu yang DIHARAMKAN berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama.
===========

Tulisan di atas menerjemahkan kata بالاتفاق sebagai IJMA’.
Apakah بالاتفاق terjemahannya adalah IJMA’?
Kalo kata itu dicopas ke gugel translate dan didengarkan vokalnya, akan keluar kata "BIL-ITTIFAQ" dan sama sekali bukan "IJMA".

Apa itu "BIL-ITTIFAQ" (atau disingkat aja jadi "ITTIFAQ")?
Ini beberapa yang saya dapet dari hasil googling :
1. http://groups.yahoo.com/group/Bewleyupd … sage/21150
"Ittifaq means the agreement of the people of the School. Ijma’ means the consensus of he scholars. Jumhur means that of the the four imams."
2. http://www.livingislam.org/maa/mmsb_e.html
"…scholars of Usul do DIFFERENTIATE between Ijma’, Ittifaq and Jumhur"
3. http://www.livingislam.org/n/sdb_e.html#ch-8
"Note: ‘consensus’ (ijma‘) is MORE inclusive than ‘agreement’ (ittifaq), and binding."
4. http://books.google.co.id/books?id=i-4p … ma&f=false
"at the head of the hierarchy is IJMA, followed by ITTIFAQ,"

Jadi kesimpulannya ITTIFAQ itu berbeda dengan IJMA. Meskipun ITTIFAQ masih berupa kesepakatan antar scholar, tapi derajatnya lebih rendah dari IJMA, cangkupannya lebih kecil dan tidak bersifat mengikat seperti IJMA.

Kalo copasan dalilnya si Ahmad memang jujur, kenapa tidak ditulis saja bahwa terjemahannya adalah ITTIFAQ? Kenapa malah memelintirnya menjadi IJMA?
Ini kan jelas sudah ada upaya untuk MENYESATKAN pembaca agar menganggap bahwa seolah2 benar Ibnul Qayyim menulis tentang adanya IJMA, padahal beliau hanya menulis tentang adanya ITTIFAQ, dan bukan IJMA.

Tapi Ahmad dengan pedenya pamer2 copasan HOAX yang MENYESATKAN ini untuk petantang-petenteng menghakimi orang lain. Padahal sadar atau tidak, dia sendiri sedang menyebarkan sesuatu yang SESAT.

Kayaknya si Ahmad Moslem itu copas dari muslim.or.id
http://muslim.or.id/aqidah/muslim-merayakan-imlek.html

Kalo gak nge-hoax, kayaknya bukan muslim yah…. :lol:

Faithfreedom Indonesia
Faithfreedom forum static

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: