“Munafikun” menurut Qur’an

“Munafikun” menurut Qur’an
oleh Jon MC : Jan 30, 2013

Kata Pengantar

Qur’an banyak menyebut tentang “orang² munafik” (munafikun). Muhammad dan Allah sangat benci sama para munafikun dan perbuatan mereka.
Akan tetapi Qur’an tidak menjelaskan apa sih sebenarnya kemunafikan itu dalam berbagai kasus. Karena itulah, untuk mengetahui perilaku dan perbuatan yang disebut Qur’an sebagai munafik maka kita harus melihat sumber literatur Islam lain.
Muslim juga menghadapi masalah serupa dalam memahami berbagai ayat Qur’an tentang munafikun. Akibat dari itu, berbagai tafsir Qur’an berusaha menjelaskan masalah ini.
Penulis Muslim, H. Yaya, membaca dari sumber yang sama seperti yang kubaca, tapi tampaknya dia lebih menekankan pada “ciri2” (karakteristik) dari para Munafikun (yang semuanya jelek) untuk menolong Muslim mengenal mereka, dan tidak menyelidiki tentang “apa penyebab” atau sifat dasar dari ‘kemunafikan’.
Artikel ini tidak mengaku sebagai sumber keterangan asli. Sebaliknya, yang ditampilkan di artikel ini hanyalah kutipan dari berbagai ayat Qur’an yang berhubungan dengan para munafik dan tafsir ayat² ini untuk melihat dengan jelas bagaimana sih pengertian Islam tentang “orang yang munafik”
Berikut adalah ayat² Qur’an yang berhubungan dengan “kaum munafikun” dalam Qur’an {1} dan tafsirnya dari Ibnu Katsir (D).

Tidak seperti metodologi penelitian yang biasa kupakai untuk menunjukkan bukti, kali ini aku hanya menampilkan penelaahan dan referensi yang digunakan. Alasannya bersangkutan dengan panjang artikel. Awalnya, artikel ini mengutip ayat dan tafsirnya {4} sampai mencapai lebih dari 26.000 kata, padahal tafsirnya sudah disingkat.
Kupikir ini terlalu panjang dan sebagian detail terpaksa harus disingkirkan.
Meskipun demikian, aku tetap fokus untuk menampilkan keterangan yang tepat dari ayat² Qur’an yang menunjukkan “jenis” orang munafik, dan juga daftar tafsir yang dipakai untuk membuat kesimpulan.
Siapapun boleh memeriksa ketepatan kesimpulanku.

Orang² Munafik (Munafikun) dalam Qur’an

Terdapat lima jenis munafikun {5} yang disebut dalam Qur’an. Dalam beberapa kasus ayat Qur’an mengandung kata “orang (atau orang²) munafik), sedangkan ayat lain berhubungan dengan munafikun berdasarkan penjelasan penulis tafsir, sehingga sekilas tidak begitu tampak hubungannya.

Kesimpulan

Berdasarkan Qur’an, munafikun adalah:

1. Muslim yang:
a. “lemah”, “tidak sepenuh hati”, “tidak sempurna” atau “ragu” dalam iman (29:10-11; 2:10-12,20; 8:49 (al-Jalalayn); 3:154, 156; 33:12-19,72-73; 4:88,140-142; 57:14; 47:16; Sura 63; 24:47-50; 48:6; 9:45-49, 124-127; 5:52).
b. “Muslim palsu”, yakni mereka yang hanya melakukan ibadah saja tapi tidak beriman Islam. (107:4-5; 2:8-9,10-12; 4:142; 13-14,19, 21; 59:11-12; 33:72-73; 24:47-50; 4:72;48:11-16; 9:61-63,64-68, 97-98; 5:41)
c. Muslim yang “dibeli”, adalah mereka yang jadi Muslim karena disuap (33:60-61;9:58-59), sehingga seringkali merupakan Muslim lemah iman atau palsu.
d. orang² yang tak sempurna imannya (2:13-14; 5:41,61). Orang² terutama adalah orang² Yahudi Medinah yang jadi mualaf, dan hanya percaya pada Allah dan hari Kiamat saja (menurut Shafi) dan tidak pada Muhammad, sehingga mereka adalah Muslim abal²an, dan dalam hati sih tetap Yahudi (sama kasusnya seperti b).
e. Muslim yang khawatir akan terjadi kekerasan, perampasan, atau pembunuhan dari “Muslim sejati” (3:154 [ibn Abbas], Sura 63; 58:14-19; 9:56-57, 97-98).
f. murtad dari Islam, baik secara terang²an atau diam² saja. (29:10,11; 2:16; 8:49; 4:88, 115, 137-138, 142; 33:12-19,60-61 [ibn Kathir]; 47:25; Sura 63; 58:14-19; 9:45-49, 64-68, 73-74 [meskipun Maududi beda pendapat], 9:94-96, 124-127).
g. malas sholat (107:4-5) atau kewajiban ibadah Islam lainnya (2:27, Sura 63)
h. ragu² untuk mengikuti Syariah Islam, atau hanya melakukannya jika menguntungkan pihaknya (2:10-12; 3:72-73; 4:60-61, 115; 24:47-50, 9:124-127). Juga lihat 2e (bawah)
i. berteman akrab dengan non-Muslim (2:10-12, 4:140-141; 5:52) (di lain bagian Qur’an dinyatakan bahwa Muslim tidak boleh bersikap ramah terhadap non-Muslim).
j. tidak mau atau ragu² untuk melaksanakan jihad, memerangi non-Muslim dan mati bagi Islam (2:204-6; 8:49; 3:121; 47:20-21, 29-31; 3:156,167-168,188; 4:72; 24:53; 61:2-4; 48:11-16;9:42, 45-49,53-54, 56-57, 64-68, 81-83, 86-87, 94-96, 97-98 ){6}. Muslim yang menolak berjihad dianggap Muslim murtad (47:20-21 – Shafi).
k. cenderung menantang Muhammad. Di jaman sekarang hal ini sudah berubah menjadi semua penolakan terhadap kekolotan Islam (3:156; 4:140-141; 33:1, 36-38, 48, 60-61; 58:14-19; 48:6;9:58-59, 61-63, 73-74).
l. membela non-Muslim dalam pertengkaran atau diskusi (2:27; 4:88; 59:11-12; 33:1)
m. “Muslim subversif” atau orang yang berpura-pura jadi Muslim untuk mengetahui kekuatan Islam dari dalam (2:204-206; 33:60-61 [ibn Kathir, Maududi]; 3:188; 47:16; Sura 63; 24:63;58:14-19; 48:6; 9:42, 61-63, 64-68, 73-74; 5:41). Juga lihat catatan {7} di bawah.
n. Pembohong, baik terhadap Muslim lain dan/atau terhadap diri sendiri (menyembunyikan dusta). (2:204, Sura 63)
o. Menjadi Muslim untuk kepentingan pribadi gain (2:204-206; 9:75-78, 97-98) – berhubungan dengan c juga.

2. Non-Muslim yang:
a. memilih (dalam makna mengambil keputusan atau bertindak sengaja) tetap sebagai non-Muslim (2:16,27,44; 4:140-141; 3:72-73; 47:16; ). (Aku pikir yang sebenarnya terjadi adalah orang² non-Muslim tahu bahwa Islam itu ngawur saat pertama kali mereka mendengar ajarannya. Juga lihat {8}).
b. pura² bersikap hormat pada Muslim(2:13-14), meskipun mungkin sikapnya adalah karena rasa takut.
c. pura² tertarik menjadi Muslim (dan mungkin telah disogok untuk jadi Muslim {9}) tapi lalu tidak mau memeluk Islam (8:49 – ibn Kathir).
d. berbohong pada Muslim (3:118-119; 3:173,188; Sura 63) untuk “mencelakai” Islam (3:188)
e. menolak Syariah sebagai hukum (2:10-12; 4:115;) atau hanya menggunakannya jika menguntungkan mereka (4:60-61, menurut al-Wahidi dan Maududi; 3:72-73)
f. mencoba mencelakakan Muslim, dengan cara menjelek-jelekkan Islam, mengkhianati mereka dan berpihak pada musuh, dll (3:118-119)
g. berdebat atau tidak setuju dengan Muhammad atau meragukan tindakannya, dll karena suatu alasan (33:36-38)
h. menghina Muslim (9:79)

3. orang² yang mementingkan diri sendiri (Maududi), baik Muslim atau non-Muslim.
4. pencipta damai atau penengah (baik Muslim atau non-Muslim) antara Muslim dan non-Muslim (2:10-12 – ibn Kathir). Aku beranggapan pendapat Ibn Kathir itu janggal karena bertentangan dengan Q 8:61 “Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Juga lihat {10}
5. yang mengatakan hal² yang jelek akan Muslim yang “baik”, dan orang ini termasuk munafik dan juga penghujat {10} karena mengritik Muhammad (24:11-26)
6. yang diperlakukan sebagai non-Muslim. Mereka adalah: munafikin manapun (Muslim atau non-Muslim) yang harus diperlakukan sebagai Kaffir ((2:8-20 – Shafi; 9:73-74 Maududi, 9:84 Shafi).
7. tukang sihir atau tukang tenung. (lihat tafsir dari Ibnu Katsir akan Qur’an, Sura 113).

bersambung …

Faithfreedom Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: