Saya bertemu Isa Al Masih, oleh karena itu saya bertobat…

@ bro MOD 1 :

Terima kasih penjelasannya, saya memahaminya… Terima kasih peringatannya… Terima kasih PM nya juga bro MOD 1 sangat membantu sejauh ini sudah tidak ada lagi PM dari bro keaamad, terakhir hari Sabtu 26.01.13 pukul 03.03pm… Terima kasih

@ bro Harahap :

Saya memahami bro, sebenarnya saya merasa sedang di usji oleh netters senior di FFI ini, jadi saya menganggapnya sebagai masa orientasi netters murtad :supz:
Saya pun berterima kasih kepada bro keaamad karena sebagai netters baru saya di kritisi oleh bro keaamad dan saya memahami kritik tersebut supaya saya lebih berhati-hati…

Sejak awal bro keaamad sudah mengingatkan saya karena dialah netters pertama yang PM ke saya, saya tidak mengerti dengan maksudnya dengan "logika bertutur" namun saya memahami itu dengan keaslian nama-nama yang saya cantumkan dalam kesaksian saya… Saya mengakui bahwa nama-nama tersebut adalah nama-nama asli dan sudah di hapus oleh om MOD. Tujuan saya memberikan nama asli dan tempat kejadian karena saya tidak mau berbohong karena memang saya mengalaminya, mungkin karena saya masih baru dan naif, saya tidak berpikir panjang bahwa dengan memberikan nama asli saya menjadikan diri saya sasaran tembak… Saya di ingatkan oleh bro Joeandmi dan memahami maksudnya… Jadi maafkan saya bila saya terlalu menggebu-gebu bahwa saya siap mati dengan menanggung segala konsekwensi dari ini semua… Saya siap menghadapinya tetapi saya tidak bijaksana… Ini pelajaran penting buat saya, mati buat kebenaran yang kita akui dan perjuangkan bukan berarti memberikan nyawa kita begitu saja bukan? Para pem-bom bunuh diri begitu memegang kuat keyakinan mereka yang salah dan mereka menyerahkan nyawa mereka untuk itu, hal yang sama seperti apa yang telah saya lakukan dulu pada awal saya posting di FFI ini… Terima kasih teman-teman sudah mengingatkan saya… Terima kasih juga bro keaamad telah mengangkat topik ini… Saya kira pernyataan saya ini menjawab PM anda bro keaamad… :supz:

Bro keaamad yang bijaksana :

Saya sama sekali tidak meragukan kapasitas anda, saya percaya anda sungguh-sungguh murtadin sejati, saya menghormati anda sebagai netters yang lebih dahulu ada dari saya di FFI ini, menjawab pertanyaan anda di PM saya :

usmanabdullah : Saya mengalami itu semua hidup susah saat masih kanak-kanak, hidup dari belas kasihan orang, dipandang sebelah mata, tidur di emperan toko, cuci piring di warung makan demi dapat makan.

keaamad : TERANGKAN, KAPAN PERSISNYA ITU ANDA LAKUKAN (UMUR BERAPA),
BERAPA LAMA ANDA MELAKUKAN HAL ITU,
DENGAN SIAPA ANDA MELAKUKAN HAL ITU,
DAN DI MANA SAJA…. !!!
SAYA MELIHAT INI ADALAH SALAH SATU DARI KEBOHONGAN2X CERITA ANDA … !!!

Ada beberapa kejadian yang tidak saya ungkapkan setelah oma dan opa pindah ke Bitung… Saya sudah jelaskan bahwa saat itu saya HARUS pindah ke rumah om M, saya seperti orang asing di rumah itu. Harus pindah kerumah om M dengan om yang tidak saya kenali sebelumnya, posisi saya terbuang dari keluarga besar bapak saya (karena saya kabur dan berulang kali kabur dari rumah nenek) saya tidak punya pilihan lain saya menerima tinggal di rumah om M tetapi dengan setengah hati…

Awal-awal saya tinggal disana tidak betah, karena biasanya saya bermain bersama dengan adik-adik saya tetapi sekarang saya hanya sendirian… Sebagai anak yang ikut orang saya merasa tanggung jawab, mencuci, mengepel, melakukan pekerjaan rumah tangga meski hal itu tidak diminta oleh tante P maupun om M tapi saya merasa bersalah, saya merasa saya ini orang lain dan hidup dalam belas kasihan orang lain… Suatu ketika saya kabur dari rumah om M dan tante P karena saya mencuri uang tante P. Saat itu saya harus bayar buku sekolah tetapi saya malu mengatakan kepada mereka, lalu saya mencuri uang tante P, tidak hanya uang tetapi ada emas yang saya jual senilai Rp.800.000 di pasar sentral (waktu itu), saya pikir dengan uang itu saya bisa hidup… Saya bisa bayar uang sekolah dan buku, om M mencari saya di sekolah tetapi saya berhasil kabur, 3x dia datang ke sekolah dan saya selalu kabur, saya katakan kepada guru bahwa saya tidak kenal dia, dia memang saudara jauh mama tapi saya tidak terlalu dekat, waktu itu saya bilang begitu kepada guru saya, selama beberapa waktu saya tinggal di rumah F teman sebangku saya, namun tidak lama saya harus pergi karena merasa membebani keluarga F. Saya memang bisa hidup dengan uang curian dan hasil jual emas tapi hanya sebentar, lalu saya kehabisan uang dan hidup luntang lantung (gelandangan maksudnya)… Saya hidup menggelandang dan malu kepada om M, untuk makan saya harus cuci piring di warung padang dan kemudian saya di kasih makan, sekolah terbengkalai (waktu itu)… Lalu saya kenal dengan anak jalanan lainnya dan mereka menawari saya untuk jualan koran… Dari jualan koran itulah saya kembali bertemu dengan om M…

Om M memeluk saya, tante P menangis dan saya menangis malu… Saya tidak di marahi, saya tidak di caci maki oleh mereka saya di bawa pulang dan kemudian dibelikan sepeda supaya saya bisa meloper koran…

Demikian penjelasan saya bro keaamad, silahkan bertanya saya pasti akan menjawabnya, namun harap bertanya di forum saja tidak usah PM ya… Terima kasih telah menyimak…

God Bless we all

:heart:

Faithfreedom Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: