Saya bertemu Isa Al Masih, oleh karena itu saya bertobat…

yusah wrote:
kisah murtadnya bro usman adalah kisah taqiya,
dia sebenarnya dari awal adalah orang kristen, dia adalah seorang penggembala gereja, yang pandai mengarang cerita. itu yang saya tahu!
semua karangan yang dia karang adalah fiktif belaka. mana ada anak kecil umur 8 tahun kabur dari rumah malam-malam sejauh 100 km.. huh.. memalukan kalo masih terus membela..!

Bro yusah
Anda memang tipikal orang yang tidak pernah bisa menangkap esensi dari sebuah pesan yang panjang, jadi hanya mampu mencerna beberapa kata yang anda suka saja, akibatnya anda tidak pernah bisa mengerti sesuatu hal dengan benar. Sepertinyapun anda memahami islam/quran juga dengan cara begitu, ya panteslah. Saya jadi lebih memahami anda.
Saya kasih contoh nih, bagaimana bro/sis Joe Andmie memahami suatu persoalan……

Joe Andmie wrote:
Kisah murtadnya Bro Usman mungkin lebih tepatnya disebut bertobat.
Saya pribadi ketika melepas islam,setahun lebih diselimuti perasaan kacau balau.Walau Sang Penyelamat datang 3 kali dan terakhir saya ditolong dalam keadaan paling kritis dimana saya diserang penguasa kegelapan dengan dahsyat.Apalagi saya paling anti menyebut NAMA yg kelahiranNya dirayakan umat kristiani.Haram……..
Singkatnya saya bolehlah disebut atheis.
Pengkuan Usman menurut saya cukup membuktikan dia menemukan kembali kebenaran sejati.Andaikan tdk,tak mungkin dia mau menyebut dan mengaku kemaha kuasa sosok oknum yg alergi bagi umat muslim,pun atheis.
Hoak….kita mesti menilainya dari sudut objek,terutama objek ketiga.Contoh..ada kepiting yg ada lafal ini itu, anak bayi bisa hafal ini itu,satu lagi yg disaksikan mata telanjang saya sendiri ketika seorang dokter mengeluarkan benda metal dari seorang pasien, berupa sebuah pisau berukuran 10 inch,yg ada lafal cacing.
Sungguhlah penipu.
Kalau Usman berani bersaksi bagaimana Tuhan memberi mujizat padanya berarti dia siap menerima segala konsekwensi pada dirinya.Andaikan kelak dia kecewa jadi mualaf, adalah tanggung jawab dia sendiri.
Salam damai.

Faithfreedom Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: