Kewajiban Muslimah Melayani Sex

Illustrasi di trit ini bersangkutan dengan Hari Ade Purwanto (29) yang memperkosa istrinya yang menolak hak suami untuk ngesex dengannya. Atas perbuatan Hari, pada 6 Maret 2012, Pengadilan Negeri Pasuruan menghukum Hari dengan hukuman 1 tahun 3 bulan karena melakukan kekerasan seksual pada istrinya. Hal ini melanggar pasal 46 UU No 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Saya acungi jempol keputusan Pengadilan Negeri Pasuruan karena hukum memang seharusnya melindungi pihak yang lemah, yang tak mampu menghadapi kekerasan fisik suami, dalam hal ini istri Hari yang diperkosa. Tapi apakah keputusan Pengadilan Negeri itu sesuai dengan hukum Syariah Islam. Mari bahas permasalahannya:

Sepanjang perjalanan, Hari menyuruh istrinya berpegangan kencang apabila tidak maka sepeda motor akan ditabrakkan. Sesampainya di daerah hutan, Hari menghentikan sepeda motornya dan mengajak istrinya berhubungan suami istri tetapi ditolak.

Jelas dalam hal ini pihak istri telah melanggar hak suami karena dalam Islam, istri TIDAK BOLEH menolak HAK SUAMI untuk ngesex dengannya, bahkan jika sedang berada di atas punggung unta sekalipun.

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Demi Allah, yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seorang wanita tidak akan bisa menunaikan hak Allah sebelum ia menunaikan hak suaminya. Andaikan suami meminta dirinya padahal ia sedang berada di atas punggung unta, maka ia (isteri) tetap tidak boleh menolak.

Hadits shahih: Diriwayatkan oleh:
1. Ibnu Majah (no. 1853), Ahmad (IV/381),
2. Ibnu Hibban (no. 1290- al-Mawaarid) dari ‘Abdullah bin Abi Aufa radhiyallaahu ‘anhu. Lihat Aadabuz Zifaaf (hal. 284).

Image

Jika Muslimah di atas punggung unta saja dilarang Awloh untuk tidak ngesex dengan suami, apalagi Muslimah istri Hari yang sedang berdiri di atas tanah.

"Hari menjadi marah dan langsung menyeret kedua tangan istrinya lalu terdakwa menyuruh saksi duduk di tanah, setelah itu mendorong bahu istrinya ke tanah dan terjadilah pemerkosaan," demikian tulis dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Apakah Allah mengharamkan pemerkosaan terhadap istri? Tentunya tidak, sebab suami berhak mencoblos istri dengan cara apapun yang dia inginkan. Dalam Islam, istri itu adalah lahan cocok tanam, dan suami berhak mengelola tanah sesukanya.

Q 2:223
Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.

Bahkan jika istri membuat marah suami karena menolak melayani kebutuhan sexual istri, maka Allah akan mengirimkan para malaikatnya untuk mengutuki si istri sampai pagi hari!!

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:
“Ketika seorang perempuan melalui malam dengan meninggalkan suami di tempat tidur, para malaikat akan mengutuknya sampai pagi hari.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Image

Akan tetapi, pemerintah Indonesia menolak segala macam perlakuan Syariah Islam terhadap wanita/istri yang tak senonoh dan tak berperi kemanusiaan itu. Pemerintah Indonesia, meskipun kebayakan personilnya adalah Muslim, malahan melanggar aturan Syariah dengan menerapkan hukum PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA yang antara lain memerintahkan:

Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam Iingkup rumah tangga.
… seluruhnya baca sendiri di link wikisource itu…

Hukum buatan manusia Indonesia modern ini jauuuh lebih mulia dan berakhlak dibandingkan hukum Syariah buatan Tuhan Arab yang sadis dan bermoral anjlog. Hukum Indonesia penghapusan KDRT ini secara serentak melarang pemukulan atas wanita (Q 4:24) dan perlakukan sex semena-mena terhadap istri (Q 2:223). Dengan begitu, hukum buatan manusia Indonesia telah dengan sukses melindungi istri Hari, dan menjebloskan Hari dalam penjara, meskipun tindakan pemerkosaannya itu benar di mata Allah.

Faithfreedom Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: