Kakek Saudi 90 thn Nikahi Gadis 15 thn

Kamis, 10 Januari 2013 14:05:00
Perkawinan kakek uzur dan gadis belia Saudi bubar dalam dua hari
Reporter : Vincent Asido Panggabean

44

Kasus kawin paksa antara gadis 15 tahun dengan lelaki pantas disebut kakeknya berusia 90 tahun terjadi di Ibu Kota Jazan, Provinsi Jizan, sebelah selatan Arab Saudi, ini akhirnya berujung pada perceraian. Pernikahan itu bahkan baru berumur dua hari.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Kamis (10/1), Ketua Komisi Hak Asasi Manusia Saudi (SHRC) Bandar al-Ayban kemarin menyatakan perceraian itu dapat terjadi setelah pihaknya mengangkat kasus kawin paksa itu. Dia menyebut SHRC juga telah menyediakan penasihat hukum buat gadis itu agar dia dapat bercerai.

Anggota SHRC lainnya, Hadi al-Yami, mengatakan gadis itu telah menyatakan penolakannya atas perkawinan itu. Dia menyebut SHRC juga akan mencoba bekerja sama dengan Kementerian Kehakiman dan Kesehatan Saudi agar dapat mencegah bentuk perkawinan seperti itu.

Perceraian ini telah diumumkan setelah kepala suku wilayah dan tokoh masyarakat setempat menangani masalah ini. SHRC telah menekan pemerintah Saudi agar dapat menerbitkan peraturan batas minimal perkawinan yakni 16 tahun.

Surat kabar Al-Hayat menulis, gadis belia itu sempat mengunci pintu kamar dari dalam saat malam pertama. Remaja itu akhirnya berhasil kabur dari rumah suaminya itu dan kembali ke rumah orang tua dia.

Perempuan muda itu dilaporkan terpaksa menikah setelah orang tuanya sepakat dengan lelaki tua itu untuk menukar anak gadisnya dengan mas kawin Rp 168 juta.

Pegiat hak asasi manusia Saudi, Suhaila al-Hammad, mengatakan perkawinan dalam Islam harus didasarkan pada persetujuan di antara kedua pihak. Dia menyebut tindakan gadis itu saat mengunci kamar menunjukkan mempelai perempuan tidak setuju dengan perkawinan itu.

Dia mengatakan orang tua gadis itu juga harus bertanggung jawab lantaran telah mengawinkan anak perempuannya dengan lelaki pantas disebut sebagai kakeknya. "Pemerintah Saudi seharusnya membuat aturan batas minimal pernikahan yaitu 18 tahun."

Psikolog asal Saudi, Jamal al-Toueiki, mengatakan kawin paksa hanya akan membuat pihak perempuan menjadi korban penyiksaan dan kekerasan. Menurut dia, kasus seperti ini akan menuntun banyak perempuan ingin melakukan bunuh diri jika tidak ada yang menyelamatkan.

Arab Saudi memang tidak mempunyai undang-undang yang mengatur adanya perkawinan terhadap anak-anak. Ulama dan hakim keagamaan Saudi juga memperbolehkan praktik perkawinan seperti itu lantaran menurut mereka hal ini berdasarkan pada hukum Islam dan tradisi Saudi.
(mdk/fas)

http://m.merdeka.com/dunia/perkawinan-k … bubar.html

Faithfreedom Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: