Film Cinta Tapi Beda di laporkan ke polisi

http://www.tabloidbintang.com/berita/go … sikan.html

Soal Film "Cinta Tapi Beda", Hanung, Agni Pratistha, dan Raam Punjabi Akan Dipolisikan

Print
Email

Senin, 07 Januari 2013 09:36
| Ari Kurniawan

agni pratistha yudha bi 4-9

Para Pendukung film "Cinta Tapi Beda", Agni Pratistha (ketiga dari kiri) dan Hanung Bramantyo (paling kanan). (foto: Yudha Widya Daru)
KONTROVERSI film Cinta Tapi Beda nampaknya akan berbuntut panjang. Hanung Bramantyo akan dilaporkan ke polisi oleh sejumlah organisasi massa.

Bukan hanya Hanung, nama artis Agni Pratistha yang ikut bermain di dalam film itu, dan produser Raam Punjabi, juga tercantum sebagai yang akan dipolisikan.

Rencana tersebut terungkap lewat undangan peliputan yang beredar di kalangan wartawan, Senin (7/1) pagi.

Berikut sebagian isi undangan tersebut:

Undangan Aksi dan peliputan:
Film "CINTA TAPI BEDA" Raam Punjabi selaku Produser dan Hanung Bramantyo selaku Sutradara serta Agni Pratistha selaku Aktor. Akan kami laporkan ke Polda Metro Jaya, sehubungan dengan tindakan Hanung dkk, yang telah menanamkan rasa "KEBENCIAN & PENGHINAAN DIMUKA UMUM" terhadap etnis Suku Minang, sebagaimana ketentuan dalam Pasal. 156 KUHP Jo Pasal 4 dan 16 UU.N0.40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Dalam undangan itu disebutkan, Senin siang ini Hanung, Agni, dan Raam akan dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Undangan tersebut mengatasnamakan: 1) Ketua Tim Kuasa Hukum Zulhendri Hasan, SH.MH.; 2) Badan Koordinasi Kemasyarakatan & Kebudayaan Alam Minangkabau (BK3AM); 3) Keluarga Mahasiswa Minang Jaya (KMM Jaya); dan 4) Ikatan Pemuda Pemudi Minangkabau Indonesia (IPPMI).

Sebelumnya, saat ditemui wartawan Sabtu (5/1) lalu, Hanung mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memutuskan untuk menarik film Cinta Tapi Beda dari bioskop. Hal itu dia lakukan untuk menghindari polemik berkepanjangan.

Film Cinta Tapi Beda sendiri bercerita tentang kisah sepasang kekasih yang berbeda keyakinan dalam memperjuangkan cintanya untuk bisa bersatu.

Sebagian masyarakat Minang protes karena film tersebut diangap menyimpang dari falsafah adat yang terkenal dengan "Adat Basandi Syarak, Sarak Bersandi Kitabullah". Atau dengan kata lain, mayoritas orang Minang merupakan penganut agama Islam.

(ari/ade)

Faithfreedom Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: