Album hoax muslim 2012 “haramdullilah”

Yang bikin terusan suez ternyata wong arabia
Ternyata Terusan Suez adalah hasil karya orang muslim
Banyak yang belum tahu, bahwa ternyata Terusan Suez
ternyata adalah sebuah karya agung berdasar ide dan
gagasan cemerlang sekaligus membuktikan kejeniusan
Amirul Mukminin Umar Bin Khaththab raddiyallahu’anhu.
Ide jenius beliau menghubungkan Laut Merah dan Laut
Putih Tengah karena adanya berbagai potensi domestik
yang sudah dikenal pada zamannya. Juga kejeniusan
beliau patut kita berbangga karenanya, adalah
kemampuan beliau mewujudkan proyek tersebut dalam
waktu relatif singkat sehingga terusan tersebut bisa
dilalui oleh kapal-kapal.
Di musim dingin tahun 641-642 M, Amru bin Ash ra.
membuka terusan yang menghubungkan antara laut
Qalzim dengan Laut Romawi atau di posisinya sekarang,
dikenal dengan nama Terusan Amirul Mukminin. Al
Qadha’i bercerita, Umar bin Khattab ra.
menginstruksikan pada Amru bin Ash ra. pada saat
musim paceklik untuk mengeruk teluk yang berada di
samping Fusthath kemudian dialiri air sungai Nil hingga
laut Qalzim. Belum setahun, teluk inipun sudah bisa
dilalui oleh kapal dan digunakan untuk mengangkut
logistik ke Mekkah dan Madinah. Teluk ini juga
dimanfaatkan penduduk dua tanah suci itu hingga
disebut Teluk Amirul Mukminin. Al Kindi bertutur bahwa
teluk tersebut dikeruk pada tahun 32 H dan selesai
hanya dalam waktu 6 bulan. Kapal-kapal sudah bisa lalu
lalang menyusuri teluk hingga sampai di Hijaz bulan ke
tujuhnya.
Terusan ini sangat membantu penduduk Mesir hingga
era Khalifah Abu Ja’far Al Manshur, yang dibendungnya
untuk memutus aliran dan dukungan Mesir terhadap
perlawanan Muhammad bin Abdullah bin Hasan bin Ali
bin Abi Thalib di Hijaz. Sebagian sejarah juga menyebut,
bahwa Amru bin Ash telah memikirkan untuk
menghubungkan 2 laut putih dan Merah, namun
tampaknya yang dimaksud adalah terusan lain, yang
membelah antara Selat Timsah dengan Barzah, antara
Mesir dan Sinai hingga Laut Tengah. Tapi rencana ini
dibatalkan karena alasan pertimbangan militer yang ada
pada zaman itu.
Pada masa Khilafah Utsmaniyyah, teluk ini dibersihkan
tiap tahun. Musim dingin, teluk ini biasanya ditutup
karena dikeruk dan dibersihkan seperti perayaan.
(biasanya bulan Agustus). Lumpur yang dikeruk lalu
diangkat dan ditimbun di samping kanan-kiri aliran teluk.
dan ini sungguh menarik perhatian penduduk setempat.

Faithfreedom Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: