Kebohongan ala Mouse-lem

Kebohongan Pertama :

Arab Saudi : 130 pencuri ditangkap di Masjidil Haram

Postby Laurent » Thu Jan 11, 2007 12:16 pm
Rabu, 10 Januari 2007 11:01 WIB
HUMANIORA » Keagamaan
Aparat Keamanan Tangkap 130 Pencuri di Masjidil Haram

JAKARTA-MIOL: Aparat Keamanan Masjidil Haram menangkap 130 pencuri dan pencopet di Masjidil Haram yang menyamar dan berkedok sebagai jemaah dengan pakaian ihram.

Komandan kemanan Wilayah Suci Mekah, Brigjen Yusuf Husein Mathar seperti dilaporkan Media Centre Haji dari harian Al-Watan, Selasa mengatakan, di antara 130 pencopet itu terdapat 10 orang anak dan beberapa wanita.

Merekamencuri dengan sagala macam cara, saat thawaf, sa’i termasuk saat salat tiba.

Sejumlah jemaah memang mengeluhkan keamanan Masjidil Haram dengan hadirnya pengemis kecil yang selalu mengganggu ketenangan ibadah itu. Banyak jemaah kehilangan uang atau barang berharganya saat tawaf, sai dan shalat.

Aparat keamanan berjanji akan menindak tegas kejahatan di Masjidil Haram dengan memperkecil masuknya pengemis dan peminta-minta yang berada di dalam masjid.

Pelanggar

Dalam musim haji tahun 1427 Hijriyah ini juga terdapat 200 pelanggar perhajian yang mengharuskan pelakunya dikenakan denda dan kurungan.

Menurut harian Al-Madinah, sebagian besar pelanggaran justru dilakukan oleh operator atau warga Arab Saudi sendiri.

Seperti dikemukakan Brigjen Husein Al-Haritsi, direktur keimigrasian Mekkah, pelanggaran ditemukan saat melintas masuk dari Jeddah menuju Mekkah di Syumaysyi dan Hamra.

Dalam catatannya, ada sekitar 8.000 jemah haji yang tak memiliki tasrih yang dicoba diselundupkan oleh sekitar 200 pengelola haji Arab Saudi. Ribuan jemaah itu terpaksa ditolak masuk karena tak memiliki tasrih haji.

Di samping hukuman badan selama sebulan, pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga mengenakan hukuman denda sebesar 100.000 Riyal (sekitar Rp250 juta) hingga 220.000 Riyal (sekitar Rp 550 juta) kepada warga Saudi yang melakukan pelanggaran atas peraturan haji tersebut, tergantung kesalahan yang dilakukan.

Gairah melaksanakan haji terutama terkait dengan haji akbar lalu dan membuat biaya masuk ke Mekah menjadi sangat tinggi.

Seorang jemaah asal Mesir mengaku harus mengeluarkan dana sebesar 500 Riyal untuk bisa masuk Mekkah walaupun kemudian gagal karena tertangkap di perbatasan kota suci Mekkah dan dipulangkan kembali ke Jeddah. (Ant/OL-02)

www.mediaindo.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -– Dua jamaah haji Indonesia yang diduga mencopet di Masjidil Haram masih ditahan Kepolisian Makkah. Kemungkinan besar, pasangan suami-istri berinisial NMI dan MLA, jamaah kloter 16 embarkasi Surabaya itu, akan diadili di Pengadilan Makkah.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Anggito Abimanyu, mengatakan pemerintah akan tetap berupaya menyelesaikan kasus tersebut melalui hubungan diplomatik. ‘’Pemerintah wajib menyelesaikan kasus ini agar mereka bisa kembali ke Tanah air,’’ ujarnya kepada wartawan, Senin (29/10).

Sebelumnya, Misi Haji Indonesia telah melayangkan surat kepada Kepolisian Makkah agar kasus yang melibatkan kedua jamaah haji itu diselesaikan di Indonesia. Namun, permintaan tersebut langsung ditolak Kepolisian Makkah.

Selain itu, pemerintah dan Misi Haji Indonesia juga telah melayangkan surat kepada Kementerian Haji Arab Saudi dan Konsulat Jenderal RI untuk membantu menyelesaikan kasus tersebut. Anggito berharap kasus yang menimpa kedua jamaah haji itu bisa segera diselesaikan secepatnya dan bisa pulang bersama kloternya.

NMI dan MLA ditangkap kepolisian Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi karena diduga mencopet jamaah haji lain yang sedang beribadah di sekitar Masjidil Haram, Senin (15/10) pukul 22.30 waktu Arab Saudi. Keduanya ditangkap polisi Masjidil Haram yang menyamar.

Menurut polisi yang menangkapnya, NMI diduga mencopet jamaah yang sedang berebut mencium Hajar Aswad, sedangkan istrinya menunggu di dekat air zamzam. Menurut keterangan polisi Arab Saudi, MNI sudah terlacak bolak-balik dari tempat minum air zamzam ke Hajar Aswad. Salah satu korbannya adalah Jamal, seorang mukimin yang sedang mengantarkan seorang polisi dari Sulawesi Selatan yang akan mencium Hajar Aswad.

Jamal diberitahu oleh polisi Arab Saudi untuk mengecek dompetnya. Jamal kaget saat mengetahui dompetnya hilang. Polisi Masjidil Haram itu lalu menangkap MNI dan MLA. Dari tangan keduanya, polisi menemukan dompet Jamal yang hilang dari tangan kedua tersangka.

Dalam proses pembuktian di pengadilan kota Makkah, polisi kemungkinan akan memperlihatkan rekaman CCTV. Kepala Seksi Pengamanan Daerah Kerja Makkah, Letkol Jaetul Muchlis Basyir, berharap agar dalam proses pembuktian nanti, kedua jamaah haji itu tak terbukti mencopet. ”Nanti dalam proses pembuktian akan dilihat rekaman CCTV, karena di sekitar Masjidil Haram itu tersebar kamera pengintai di mana-mana,” kata dia.

Tahun sebelumnya juga ada jamaah haji Indonesia yang ditangkap polisi Makkah karena diduga mencopet. Namun, jamaah di pengadilan jamaah tersebut tak terbukti melakukan tindakan pidana.

Berdasarkan informasi yang diterima ROL dari petugas sektor XI, NMI yang ditangkap polisi Masjidil Haram adalah seorang pengusaha gergaji senso. NMI mengaku merasa difitnah. Ini bukan haji pertama bagi NMI dan istrinya MLA. ‘’Mereka sudah dua kali berhaji dengan tahun ini. Bahkan tiga tahun mendatang mereka akan naik haji lagi bersama anak-anaknya melalui ONH Plus,’’ kata petugas itu.

Faithfreedom Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: