Kebangkitan Agama Hindu di Jawa

Kristen sama saja, Cuma jarang menggunakan kekerasan phisik, penindasan
yang dilakukan mereka kepada orang-orang Hindu lebih halus, yang sama
seperti Islam, menganggap orang-orang Hindu belum mendapatkan Kebenaran
dari Tuhan Yesus, sehingga perlu di-konversi (dirubah agamanya menjadi
Kristen)…

Sebagian orang bali mungkin sudah tahu : 1 desa di Dalung Tabanan
setengahnya dikonversi menjadi Kristen dengan cara -cara halus dan
licik..dibangun gereja dengan ornament Bali, bahkan ritual serupa dengan
ritual adat Hindu Bali, menggunakan banten dsb..Cuma rohnya dicabut,
doa-doa menggunakan bahasa Bali, tapi Sang Hyang Widhi diubah namanya
menjadi Sang Hyang Yesus..benar-benar cara-cara yang halus dan licik
untuk mengkonversi orang-orang yang sudah beragama….akibatnya Bale
banjar dibagi dua…setengah untuk yang sudah pindah ke Kristen,
setengahnya masih Hindu. Beberapa donatur Hindu baru-baru ini memberikan
sumbangan buat membangun kembali pura kecil, yang sederhana yang
ter-abaikan di bagian desa yang masih hindu di Dalung…sungguh kasihan
dan merana kehidupan sisa warga Hindu yang masih bertahan di desa ini.

Saya ikut simpati dengan masalah yang dihadapi pemeluk Hindu di Indonesia, khususnya di Bali. Ibu saya sendiri adalah orang Bali asli, dan keluarga saya dari sisi Ibu tentunya adalah pemeluk Hindu.

Saya akui, memang ada aliran-aliran Kristen yang sangat agresif menyebarkan aliran kristen mereka. Jadi kalau ada yang menyebarkan ajaran Yesus dengan cara yang keliru, salah, tidak sopan, licik, maka ini membuat saya sangat sedih dan perih hati.

Agama Hindu memang bukan agama missi tidak seperti Islam maupun Kristen,
tapi dengan demikian bukan berarti seenaknya boleh di-konversi baik
secara halus maupun dengan kekerasan. Sayangnya Pancasila dan Bhineka
Tunggal Ika Cuma sekedar slogan. Pasal 29 UUD 45, Cuma mengatur
kebebasan beragama dan menjalankan ibadah agama, tapi tidak ada
perlindungan terhadap kaum minoritas. Seharusnya ada undang-undang yang
melarang mengkonversi orang-orang yang sudah beragama yang diakui resmi
di Indonesia (saat ini ada 6 : masuknya Konfucu kembali) ….

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada penulis artikel di atas, saya sangat tidak setuju dengan ide beliau yaitu "…undang-undang yang melarang mengkonversi orang-orang yang sudah beragama yang diakui resmi di Indonesia (saat ini ada 6 : masuknya Konfucu kembali) …."

Apakah orang yang terlahir di keluarga atau lingkungan agama X, harus selama-lamanya memeluk agama X? Tentu saja tidak. Adalah hak dan kebebasan setiap orang untuk memegang keyakinan dan juga melepas atau mengganti keyakinan tersebut. Negara tidak berhak membatasi kebebasan setiap orang dalam hal keyakinan. Soal apakah keyakinan tersebut salah atau jahat, itu adalah masalah lain (forum kita ini buktinya).

Mudah-mudahan penyampaian fakta-fakta ini tidak membuat orang-orang
Islam dan Kristen menjadi tersinggung, karena kami umat Hindu adalah
korban, yang pantas marah, sedih atau tersinggung adalah kami umat Hindu
bukan kalian orang-orang Kristen maupun Islam…tapi kami umat Hindu
tidak dendam, Cuma sedih, berharap agar penindasan yang selama ini
terjadi dan terus terjadi bisa berkurang..paling tidak biarkan kami yang
jumlahnya sangat sedikit ini untuk bertahan, tolong jangan ubah kami
menjadi Islam ataupun Kristen…terimakasih…

Saya menghargai isi pikiran Bapak Gede Ngurah Ambara. Tapi bagaimana jika keputusan pindah keyakinan berasal dari orang itu sendiri?

Faithfreedom Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: