Gubernur NTB: Jihad Terorisme Itu 100% Keliru

Jaringan Teroris Poso Berkaitan dengan Bima?
Polisi menyita barang bukti berupa sepeda motor dan dua senjata api.
ddd
Minggu, 6 Januari 2013, 06:49 Arfi Bambani Amri, Edi Gustan (Mataram)
Densus 88 menyergap terduga teroris Makassar.
( ANTARA/Yusran Uccang)

VIVAnews – Kepolisian akan mendalami kaitan antara jaringan Poso dengan jaringan teroris Pondok Pesantren Umar Bin Khattab (UBK) di Bima, Nusa Tenggara Barat. Kepala Kepolisian Daerah NTB, Brigadir Jenderal Polisi Mochamad Irawan, mengatakan saat ini tim Densus 88 Mabes Polri masih berupaya meringkus dua terduga teroris dari kawanan teroris yang masuk ke wilayah Bima dan Dompu.

Menurutnya, Mabes Polri akan meneliti keterkaitan antara jaringan teroris Poso dengan jaringan teroris Pondok Pesantren Umar Bin Khattab. “Tentunya itu akan kami perdalam nantinya. Nanti Mabes Polri yang akan meneliti itu semua,” kata Irawan di Mataram, Sabtu, 5 Januari 2012.

Penangkapan terhadap tiga orang terduga teroris di Dompu berada di wilayah Dusun Kandai, Desa Bintai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Kawanan terduga teroris tersebut masuk wilayah Bima melalui jalur laut dengan memanfaatkan pelabuhan Bima dari Makassar.

Irawan mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum dapat menyebutkan keterkaitan antara sejumlah terduga teroris yang ditembak mati itu dengan Pondok Pesantren Umar Bin Khattab yang dipimpin Ustadz Abrori bin Al Ayubi itu.

Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri meringkus lima orang terduga teroris di tempat yang berbeda pada Jum’at 4 Januari 2013 dan Sabtu, 5 Januari 2013. Dua terduga teroris diketahui bernama Roy warga Makasar dan Bachtiar warga Bima. Sementara tiga lainnya belum diketahui identitasnya, namun, salah satu di antaranya diketahui bernama Andi Berkeley.

Polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor, dua pucuk senjata api laras pendek jenis revolver dan FN. Selain itu, polisi juga mengaku mengamankan tiga bom siap ledak dan bom pipa 1,5 inci yang siap digunakan, 4 bom pipa masih dalam penyelesaian perakitan, bahan pendukung campuran yang lazim digunakan di bom rakitan, pupuk urea, asam nitrat, dan beberapa paku besi yang diduga kuat bahan campuran peledak. “Nanti Mabes Polri yang akan menjelaskan semuanya,”ujar Irawan.

Sebelumnya, kasus dugaan terorisme di Bima mencuat pada Juli 2011. Peristiwa bermula saat seorang santri Pondok Pesantren Umar Bin Khattab Saaban Abdurrahman pada 30 Juni 2011 lalu pukul 03.40 Wita dini hari, membunuh Brigadir Rokhmad Saefuddin, petugas reskrim Polsek Bolo, Kabupaten Bima. Rokhmad dibunuh saat sedang tugas piket.

Kasus pembunuhan polisi itu selanjutnya terus berlanjut. Bahkan pada 11 Juli 2011 terjadi ledakan yang diduga bom rakitan dan menewaskan penghuni Pondok Pesantren UBK bernama Firdaus.

Polisi akhirnya berhasil menangkap tujuh orang terkait kasus tersebut. Bahkan Ustadz Abrori bin Al Ayubi selaku pemimpin Ponpes UBK telah divonis 17 tahun penjara di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu 8 Maret 2012. Putusan majelis hakim yang diketuai Iman Gultom itu lebih rendah dari tuntutan semula yakni penjara seumur hidup.

http://nasional.news.viva.co.id/news/re … ngan-bima-

Faithfreedom Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: