Aturan Syariah: Boncengan Mengangkang DILARANG !!

Perda Larangan Wanita Duduk Ngangkang Berdasarkan Budaya Aceh?
Thursday, 03 January 2013 18:16

www.majalah-alkisah.comTidaklah berlebihan kiranya jika Pemkot Aceh dan DPRD-nya melibatkan para budayawan Aceh sebelum mengesahkan apalagi memberlakukan perda tersebut. Jangan sampai perda Aceh itu dinilai perda yang otoriter.

Setelah Pemkab Aceh Barat memberlakukan larangan perempuan memakai celana jeans, kini giliran Pemerintah Kota Lhokseumawe, Aceh, yang akan memberlakukan larangan bagi perempuan duduk terbuka atau ngangkang di atas sepeda motor.

Kebijakan ini diwacanakan oleh Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, saat ceramah menyambut tahun baru 2013 di Lhokseumawe. Menurut Wali Kota, kebijakan ini sebagai bentuk melestarikan budaya di lingkungan masyarakat yang terancam hilang. Perempuan duduk ngangkang di atas sepeda motor dinilai tidak sesuai dengan adat-istiadat setempat.

Pemkot belum memastikan bentuk aturan yang akan diberlakukan itu, karena akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan berbagai pihak, termasuk ulama. Usai pertemuan itu, Pemkot baru bisa merumuskan bentuk aturan yang akan ditetapkan.

Untuk mempercepat, pemerintah kota Lhokseumawe berencana segera mensosialisasikan kebijakan ini kepada masyarakat Lhokseumawe pekan depan.

Menurut Suaidi, larangan duduk ngangkang tersebut hanya bagi perempuan. Nantinya, penumpang yang duduk di belakang juga dilarang memakai jeans, karena pakaian seperti ini dinilai tak sesuai syari’at Islam. “Dalam syari’at Islam, perempuan dilarang memakai jeans,” katanya.

Rencana Wali Kota Lhokseumawe ini menuai kontroversi. Aturan ini dinilai nyeleneh. Duduk menyamping saat berboncengan sepeda motor itu bisa mengancam keselamatan para pengendara. Apalagi dengan jarak jauh. Terlebih Islam tidak mengatur cara duduk perempuan dan laki-laki saat berkendara.

Pada zaman Nabi Muhammad SAW memang tidak ada kendaraan bermotor, khususnya roda dua, sepeda motor bisa dianalogikan dengan kuda, keledai, atau unta. Seaindainya Islam melarang perempuan duduk mengangkang, kenapa Baginda Nabi tidak melarang perempuan kala itu berkuda dan berunta. Bahkan berkuda salah satu yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. “Setiap sesuatu yang tidak termasuk mengingat Allah, ia merupakan permainan yang sia-sia kecuali empat hal; seorang lelaki berjalan di antara dua tujuan (untuk memanah), melatih berkuda, bermesraan dengan keluarga, dan mengajarinya berenang.”

Dalam riwayat lain, “Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam untuk anak-anak mereka berenang, memanah, dan berkuda.”

Guru Besar Ilmu Fiqih Fakultas Syariah, IAIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Al-Yasa Abubakar menyebutkan, Islam tidak mengatur perempuan harus memamai rok dan lelaki memakai celana. “Tidak ada aturannya itu, kecuali memakai ketat dan membentuk lekuk tubuh,” kata Al-Yasa.

Ketua Majelis Ulama Indonesia K.H. Amidhan mengatakan, larangan wanita duduk ngangkang saat naik sepeda motor sebaiknya dikaji manfaat dan mudharatnya, lantaran dalam Islam tidak ada aturan yang secara jelas membahas perempuan duduk ngangkang. Asal saat mengendarai sepeda motor perempuan tidak berlebihan dan memamerkan auratnya, duduk ngangkang hukumnya sah. Selain itu, dalam keadaan darurat, seorang perempuan juga diperbolehkan membonceng laki-laki yang bukan mahramnya. “Untuk kepentingan yang mendesak, hal tersebut di-mar’fu (dimaafkan),” katanya.

Larangan perempuan ngangkang ketika mengendarai sepeda motor mungkin lebih kepada budaya setempat. Barangkali di Aceh tabu. Bukan karena aturan agama, melainkan kebiasaan dan budaya di sana.

Pertanyaannya, benarkah budaya Aceh demikian? Oleh sebab itu, tidaklah berlebihan kiranya jika Pemkot Aceh dan DPRD-nya melibatkan para budayawan Aceh sebelum mengesahkan apalagi memberlakukan perda tersebut. Jangan sampai perda Aceh itu dinilai perda yang otoriter.

SEL

© 2013 Majalah alKisah

Perda yg aneh… Jadi tertawaan dunia internasional…, walikotanya pasti ga akan terpilih kembali nih…

Mari lihat media tetangga memberitakannya…
http://www.radioaustralia.net.au/indonesian/radio/onairhighlights/perempuan-di-lhokseumawe-akan-diatur-soal-cara-duduk-di-motor/1069770

Hebat banget, capres raja kawin, gubernurnya dulu tersandung sara, bupati tukang kawin, walikota urusin selangkangan… Itulah bangsa kita saudara-saudara…

:rofl: :rolling: ](*,)

Faithfreedom Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: