[Kilas Balik] Masyarakat Adat Somasi Produser Film “Kafir”

Senin, 03 November 2003 | 03:24 WIB

Masyarakat Adat Somasi Produser Film “Kafir”
TEMPO Interaktif, Jakarta: Masyarakat Adat Karuhun Sunda melalui LBH Jakarta melayangkan somasi terhadap produser film ?Kafir? produksi PT Kharisma Starvison Plus. ?Film tersebut memberikan kebohongan publik,? kata Dewi Kanti, anggota Masyarakat Adat Karuhun Sunda, Senin (3/10) sore.

Menurut Dewi, akibat penayangan film tersebut masyarakat Karuhun Sunda dianggap tak ber-Tuhan. Sebab, film tersebut menyatakan mengambil kisah nyata tokoh Pangeran Madrais. Tokoh tersebut digambarkan sebagai dukun santet yang banyak menyembuhkan orang dengan tetesan keringatnya.

?Madrais tidak seperti itu,? kata Dewi yang juga buyut dari Pangeran bernama lengkap Sadewa Alibassa Kusumah Wijayaningrat. Madrais, kata Dewi adalah seorang spiritualis yang mengajarkan kebaikan dan mampu menembus lintas agama.

Selain itu, ditambahkan Djati Kusumah, cucu Madrais, kakeknya adalah pejuang yang disegani Belanda. ?Dia menyadarkan untuk melakukan pergerakan melawan Belanda,? katanya. Akibat dari film tersebut, kata Djati, keturunan dan pengikut Madrais mengalami tekanan psikologis dan dituduh sebagai keturunan dukun santet.

Menurut Djati, sutradara ?Kafir?, Mardalih Syarif, tidak pernah melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dirinya. Walaupun, katanya, Mardalih mengatakan melakukan konsultasi dengan salah seorang warga di Cigugur mengenai seorang tokoh dalam cerita tersebut.

Februari 2003, kata Djati, sutradara filmnya pernah diundang ke masyarakat adat tersebut. ?Dia menyadari kesalahannya dan minta maaf. Kami minta dia menyatakan permintaan maaf tersebut ke media cetak dan elektronik nasional,? katanya. Namun, hingga kini, tidak ada permintaan maaf seperti yang diminta masyarakat.

Direktur LBH Jakarta, Uli Parulian Sihombing, mengatakan, pihaknya menunggu hingga tujuh hari mendatang sejak somasi ini dilayangkan kepada Chand Parwez Servia dari rumah produksi film tersebut. Dalam somasi yang dilayangkan Senin, LBH meminta agar film tersebut ditarik. Kemudian, ada pernyataan permintaan maaf serta memfasilitasi adanya talk show antara produser dengan masyarakat adat.

Yophiandi – Tempo News Room

http://m.tempo.co/read/news/2003/11/03/ … Film-Kafir

Faithfreedom Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: